1. KELOMPOK PERTEMUAN ORANGTUA (KPO)

Adalah wadah komunikasi dan berbagi informasi antar orangtua tentang bagaimana melaksanakan pendidikan anak usia usia 0-6 th di rumah.

Jenis kegiatan KPO dapat berbentuk : Curah Pendapat (CP), Sarasehan (S), Simulasi, Konsultasi, Temu Wicara, Belajar ketrampilan.

 Curah Pendapat (CP): adalah kegiatan pengumpulan pendapat dari setiap anggota tanpa tanggapan antar peserta dan fasilisator, serta tidak memerlukan kehadiran narasumber. Hasil yang diperoleh adalah daftar pendapat/permasalahan sesuai topik curah pendapat. Daftar yang dihasilkan disusun menurut urutan jumlah anggota yang menyetujuinya dimasukkan kedalam hasil CP.
 Sarasehan(Sa) : Diskusi kelompok dihadiri 1 atau lebih narasumber. Namun anggota kelompok dan narasumber mempunyai kedudukan yang sama untuk mengemukakan pendapatnya. Pada kegiatan ini lebih diarahkan pada pertukaran pendapat tentang topik bahasan sarasehan, dan tidak menjadi keharusan diperoleh kesepakatan bersama.
 Simulasi (Si) : Kegiatan dilaksanakan kelompok ditambah dengan keterlibatan anggota dalam ermain peran dan pada akhir kegiatan dilakukan diskusi tentang hal-hal yang dilakukan dilihat dari aspek sikap yang dirasakan, pemahaman tentang pengetahuan dan ketrampilan yang telah diperoleh.
 Konsultasi (K) : Penekanannya pada tanya-jawab yang mendalam tentang sesuatu masalah dengan seorang narasumber atau lebih.
 Temu Wicara (Tw) : Diskusi lebih terbukan secara 2 arah. Narasumber berperan sebagai fasiliastor dan moderator untuk mendistribusikan kesempatan bicara antar peserta secara adil dan seimbang. Pada akhir kegiatan narasumber dapat menyimpulkan hasil diskusi berdasarkan pendapat para peserta.
 Belajar Ketrampilan Tertentu : Kegiatan lebih diarahkan pada pemberian pelatihan pada indivisu atau kelompok dengantujuan peningkatan ketrampilan tertentu, baik melalui kegiatan belajar bersama maupun oleh seorang ahli.

 Struktur kepengurusan KPO
Penanggungjawab KPO terdiri : Ketua, sekretaris dan bendahara.
a. Dipilih oleh peserta KPO
b. Mempunyai masa bakti 1 tahun
 Tim Pelaksana :
membantu kelancaran pelaksanaan kegiatan seperti : menyiapkan tempat dan sarana petemuan, menyiapkan konsumsi dan kegiatan lain sesuai kesepakatan, tim pelaksana sebaiknya disepakati secara bergilir diantara peserta KPO.
 Menunjuk Fasilisator : Adalah orang yang berperan memfasilitasi kegiatan KPO. Biasanya dari pengelola/pendidik.
Tugas seorang Fasilisator :
1). Memimpin pelaksanaan kegiatan KPO pada tahap-tahap awal sampai
terbentuk kepengurusan.
2). Membantu KPO dalam menyusun rencana kegiatan,
3). Melaksanakan pembinaan untk menjamin keberlanjutan kegiatan KPO.
4). Menjadi narasumber dalam kegiatan-kegiatan KPO untuk topik-topik yang
dikuasainya.
5). Mengadakan koordinasi dgn lembaga PAUD lain tentang pelaksanaan KPO.
6). Turut serta dalam melaksanakan evaluasi tengah tahunan dan tahunan
bersma penilik dan pengurus KPO.

 Narasumber : orang yang berperan memberikan pengetahuan, ketrampilan, dan/atau pengalamannya kepada peserta dalam berbagai kegiatan KPO. Narasumber KPO dapat berasal dari :
1). Tenaga yang terlatih
Pada awalnya, tenaga berasal dari tenaga yang telah mengikuti pelatihan program penguatan PAUD berbasis keluarga. Berperan sebagai narasumber utama dan berkewajiban untuk melakukan pendampingan kepada lembaga PAUD dalam penyelenggaraan program penguatan PAUD berbasis keluarga.
Untuk mendapatkan bantuan ini, lembaga PAUD dapat meminta bantuan/informasi dari HIMPAUDI atau Dinas Pendidikan setempat untuk mendapatkan narasumber yang dapat dihubungi. Karena narasumber ini juga berperan sebagai pendamping, keterlibatannya sebaiknya sejak dari awal. Narasumber yang bersangkutan diundang pada awal pelaksanaan program guna menjelaskan teknis pelaksanaan program serta memberi masukan dan bimbingan atas rencana kegiatan yang disusun oleh lembaga. Selanjutnya, narasumber ini dapat menjadi tempat bertanya tentang berbagai hal yang terkait dengan penyelenggaraan program penguatan PAUD berbasis keluarga.
2). Pengelola/pendidik lembaga PAUD
yang bersangkutan atau lembaga PAUD lainnya dapat menjadi narasumber sesuai dengan keahliannya masing-masing.
3). Tokoh masyarakat/ tenaga ahli/profesi
Seperti : psikolog, dokter spesialis anak, atau pendongeng dsb.
4). Dipilih dari sesama peserta
Sesama peserta dapat ditunjuk sebagai narasumber sesuai kemampuan atau keahlian yang dimiliki. Dalam prinsip pendidikan orang dewasa, diasumsikan bahwa setiap orang memiliki keunggulan tertentu yang tidak dimiliki orang lain. Disamping itu, latar belakang pendidikan maupun pekerjaan para peserta (orangtua) seringkali beragam, sehingga jika ada topik yang sesuai dengan profesinya dapat diminta menjadi narasumber.

 Tahap Pelaksanaan
1. Pembentukan KPO
– Mendata keluarga peserta didik PAUD
– Pengelola PAUD membuat daftar orangtua yang anaknya terdaftar di
lembaganya dan mengelompokkan menurut kedekatan tempat tinggal
untuk keperluan penyusunan kelompok kecil dan mempermudah saluran
informasi.
– Pengelola PAUD dibantu orangtua mendata keluarga yang bertempat
tinggal di sekitar lembaga PAUD yang memiliki anak usia dini tetapi
belum memasukkan anaknya ke lembaga PAUD, untuk ditawari ikut
kegiatan KPO.
Pada saatnya, jika kegiatan KPO telah berjalan baik dan anggota mulai
melihat ada kebutuhan untuk memperluas keanggotaan KPO, hasil
pengumpulan data ini dapat dijadikan data dasar bagi perluasan
keanggotaan KPO yang bersangkutan.

2. Identifikasi topik masalah untuk kegiatan KPO
Identifikasi topik masalah yang dibahas dalam CP, meliputi :
1). CP tentang topik permasalahan yang dihadapi orangtua di rumah.
2). Setelah “Kartu masalah” telah diisi semua peserta KPO.
Fasilisator menyusun urutan isi kartu masalah menulis dipapan tulis.
3). Menghitung berapa peserta KPO yang menyetujui untuk membahas setiap
topik tersebut, lalu menyusunnya dari yang terbanyak memperoleh
persetujuan sampai yang paling sedikit untuk menentukan prioritas.
4). Menyusun daftar topik permasalahan menurut keluasan dan narasumber yang
dibutuhkan.
5). Membagi topik masalah yang disepakati untuk dibahas kedalam bentuk
kegiatan yang akan dilakukan, yaitu apakah CP, Sr, Si, K atau belajar
ketrampilan tertentu.
6). Identifikasi narasumber/fasilisator yang diperlukan.
7). Menyusun jadwal pelaksanaan kegiatan KPO untuk satu tahun.

3. Pelaksanaan Kegiatan KPO
Kegiatan KPO dibedakan menjadi 3 tahap, yaitu :
1). Persiapan :
Menyiapkan sarana dan prasarana, seperti : tempat pertemuan,
papan tulis atau papan flanel, soundsystem, tempat duduk, media lain yang
diperlukan, formulir pendaftaran.
2). Saat kegiatan :
Pembukaan oleh penangghngjawab, meliputi :
a). Penjelasan tentang topik bahasan
b). Memperkenalkan fasilisator dan narasumber yang hadir
c). Waktu pelaksanaan, dan pembagiannya jika ada pentahapan pertemuan,
seperti : penyajian oleh narasumber, tanya jawab, istirahat, pertemuan
sub kelompok, sesi kesimpulan pertemuan dan evaluasi bersama.
d). Penanggungjawab atau fasilisator yang diminta menyampaikan latar
belakang tentang topik yang dibahas.
e). Fasilisator meminta narasumber menyampaikan materi atau bahasannya.
f). Sesudah penyajian oleh narasumber, fasilisator meminta anggota yang
hadir menyampaikan pendapatnya dalam notulis pertemuan membuat
catatan jika anggota masih malu atau belum menyampaikan pendapatnya
secara spontan, untuk menghindari tidak terjadinya dialog antar peserta
yang hadir, dapat dimulai dengan CP (NGT). Dimana setiap anggota
diminta mengajukan pendapatnya tanpa dikomentari yang lain, dilanjutkan
dengan pembahasan dari apa yang telah disampaikan peserta. Pada saat
CP/NGT dibuat catatan di papan tulis atau kertas oleh fasilisator.
g). Diskusi terbuka diarahkan tidak dikuasai oleh satua atu dua orang yang
vokal.
h). Pada tahapan penarikan kesimpulan didorong anggota KPO sendiri yang
merumuskannya, fasilisator aatau narasumber dapat membantu
meperbaiki perumusannya.
3). Evaluasi akhir kegiatan :
Pada tahap ini sebaiknya dilakukan 2 cara :
– Peserta mengisi formlir evaluasi singkat.
– Setelah mengisi, diadakan pembahasan tentang butir-butir evaluasi tsb.

One response to “1. KELOMPOK PERTEMUAN ORANGTUA (KPO)

  1. Ping-balik: KEGIATAN PENGUATAN PAUD BERBASIS KELUARGA (PARENTING) « KBM NU Karangdadap

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s